Pages

Senin, 12 Maret 2012

SEPUTAR KOTA KEBUMEN

SEPUTAR KEBUMEN
 
- KEBUMEN -  
Kabupaten Kebumen adalah salah satu kabupaten yang berada di wilayah propinsi Jawa Tengah. Daerah atau wilayah Kabupaten Kebumen berada tepat di pesisir selatan samudera Indonesia. Wilayah Kabupaten Kebumen dikelilingi sebelah barat kabupaten Cilacap, sebelah utara Katepaten Banyumas dan sebelah timur Kabupaten Purworejo.
 
Daerah ini sangat cocok bagi anda yang ingin berekreasi bersama keluarga, berdua bersama pasangan maupun bersama kawan-kawan anda di kantor. Daerah yang  di kelilingi oleh pegunungan kapur dan berudara sejuk serta pemandangan yang rata-rata masih asli akan banyak menimbulkan decak kaum bagi siapa saja yang berkunjung kesana.


Jangan khawatir akan kehabisan obyek wisata tujuan, karena Kabupaten yang mempunyai slogan "Kebumen Beriman" yaitu (Ber-sih I-ndah Aman dan Nyaman) mempunyai banyak obyek wisata yang bisa anda kunjungi. Obyek² wisata tersebut tersebar di beberapa wilayah kecamatan, dan sayang kami baru bisa menampilkan beberapa obyek wisata walaupun tidak seindah aslinya, namun kami berharap media yang sangat terbatas ini sedikit banyak bisa sebagai bahan pertimbangan jika anda ingin berwisata.

Disamping seperti diuraikan diatas Kebumen sebagai kota pariwisata, kebumen juga  adalah daerah pusat industri kecil yaitu penghasil gula kelapa terbesar di jawa. Gula kelapa atau yang sering disebut gula jawa merupakan bahan baku berbagai macam makanan maupun bahan baku pelengkap makanan seperti kecap, dodol, dan lain-lain.

Nelayan, adalah mata pencaharian bagi masyarakat yang berada tepat dipesisir pantai. Selain sebagai nelayan banyak juga jika tidak melaut diselingi juga dengan bertani atau bercocok tanam.
Dalam beberapa tahun ini Kabupaten Kebumen yang mempunyai hutan yang masih sangat luas ini mempunyai devisa terbesar adalah dari sarang burung. Sarang burung ini mempunyai nilai jual yang lumayan tinggi dan sampai saat ini masih menjadi komoditi andalan.

Satu hal yang tidak boleh terlupakan jika anda berkunjung ke wilayah ini adalah lanting yaitu jajanan khas kabupaten Kebumen yang terbuat dari singkong, rasanya gurih dan renyah. Lanting ini banyak dijual di sepanjang jalan kabupaten kebumen dan toko-toko, warung maupun pasar. Mendengar nama Kebumen, barangkali ingatan kita segera mengenang peristiwa kerusuhan massa September 1998. Peristiwa itu memang menjadi stigma bagi daerah itu. Namun sekaligus juga melahirkan tokoh protagonis yang mampu memimpin massa untuk meredam kerusuhan itu, sehingga tak merembet ke daerah-daerah lain. Tokoh itulah yang kemudian menjadi bupati saat ini, lewat pemilihan yang ketat Maret 2000.

Ketika kita menggeser kenangan lebih ke belakang, kita ingat di kota itu Soeharto -Pangkostrad yang kemudian menjadi Presiden RI- datang ke perayaan perkawinan Letkol Untung Samsuri, yang dijadikan tokoh antagonis dalam sejarah Indonesia karena memimpin penculikan dan pembunuhan para jenderal pada 1 Oktober 1965.

Memang ada kesaksian-kesaksian baru yang menggambarkan Letkol Untung tidak sekejam yang digambarkan sejarah formal, melainkan orang yang lugu dan loyal kepada dua pemimpinnya, Soekarno dan Soeharto. Karena itu, dia mudah ditipu oleh salah satu dari keduanya. 

Tapi biarlah versi-versi baru sejarah yang lebih benar, logis, dan sehat untuk generasi mendatang muncul secara wajar. Sekaligus membuktikan hukum besi sejarah bahwa ''seseorang atau sekelompok orang tak mungkin menipu semua orang untuk selama-lamanya''.

Yang jelas, bagaimanapun, daerah Kebumen telah memberikan jasa besar bagi banyak daerah lain. Kekayaan t anah liat berkualitas tinggi dari daerah itu dan keuletan penduduk untuk mengolahnya menjadi genting membuat Kebumen memberikan sumbangan besar bagi daerah lain. 

Entah berapa ratus ribu meter kubik tanah liat dari daerah itu yang disumbangkan ke daerah lain. Yang jelas, proses itu pun tetap berlangsung hingga sekarang. Jika kita masuk ke Kebumen melewati jalur selatan Jateng, pemandangan khas segera terlihat di kanan-kiri jalan berupa tumpukan genting. Baik genting yang masih mentah, baru dijemur, maupun sudah matang atau dibakar.

Di kabupaten itu ada sentra industri genting sokka yang eksis sejak zaman Belanda. Konon karena kualitasnya, pada abad ke-19 Kompeni memakai genting sokka untuk atap semua stasiun kereta api di Jawa. Genting sokka dikenal kuat, berbahan tanah liat yang spesifik. 

Seiring dengan perkembangan zaman, industri dari tanah liat itu maju pesat. Saat ini ada sekitar 700 unit usaha genting, tersebar di beberapa kecamatan. Mulai dari Kecamatan Pejagoan, Sruweng, Petanahan, Adimulyo, sampai Kebumen. 

Saingan
Para pengusaha genting, meski sering disindir oleh pejabat sebagai penjual ''tanah air'', termasuk pengusaha sukses. Namun kesuksesan pengusaha genting tak berkorelasi dengan pendapatan asli daerah. Sebab, sumbangan industri itu ke kas daerah relatif kecil.

Di sisi lain, industri genting sokka mulai mendapat pesaing genting pres dan genting semen. Belum lagi industri itu pun makin mengancam kelestarian lingkungan karena berbahan baku tanah liat dari sawah yang subur.

Kabid Ekonomi Bappeda Helmi Sabri SSos menyatakan salah satu kekayaan yang belum tergali dari sumber daya lama (SDA) adalah bahan tambang. Untuk semen, misalnya, sudah pada persiapan pembangunan pabrik di Desa Nogoraji, Buayan, oleh PT Semen Gombong. Namun industri padat modal itu terhenti total sejak krisis. 

Bahan tambang lain adalah emas. Selama ini ada beberapa deposit dan pernah dilakukan eksplorasi di Kecamatan Ayah. Konsultan dari Kanada telah melakukan riset cukup lama, namun hasilnya belum final dan masih butuh proses.
Karena itulah ke depan Kebumen tak bisa mengandalkan diri pada genting atau sumber daya alam dari tambang. 

Sebenarnya kabupaten yang memiliki dua waduk, Sempor dan Wadaslintang, itu merupakan daerah subur di Jateng. Bahkan salah satu lumbung padi di Jateng selatan. Nilai produksi beras tiap tahun mencapai surplus, rata-rata 200.000 ton. Dengan luas daerah 128.112,5 ha, ada tanah sawah beririgasi 26.297 ha, sawah tadah hujan 13.539 ha, dan tanah kering 84.305 ha.

Sayang, pertanian tradisional, dalam arti melulu padi, makin tidak menguntungkan petani. Mengingat, tiap saat ongkos sarana produksi mulai dari benih, pupuk, sampai upah buruh kian melonjak. Adapun nilai jual padi/gabah setiap kali musim panen justru anjlok.

Belakangan petani Kebumen melirik agrobisnis. Misalnya mengembangkan tanaman palawija dan buah-buahan seperti salak, semangka, dan jeruk. Namun karena keterbatasan modal dan keterampilan, hasil agrobisnis itu belum optimal pula.

Belum lagi etos kerja sebagian petani Kebumen masih rendah. Mereka umumnya berorientasi subsisten, yakni sekadar mencukupi kebutuhan makan hari ini. Singkat kata, usaha pertanian di daerah itu masih memerlukan motivasi dari petani dan dinas terkait agar memberikan nilai tambah.

Potensi Lain
Potensi yang lain di Kebumen cukup beragam. Misalnya di pantai selatan ada kekayaan sarang burung walet di Gua Karangbolong, Karangduwur, dan Pasir. Tiga gua milik Pemerintah Kabupaten itu rata-rata menyumbangkan 100 kg sarang burung per tahun, senilai Rp 500 juta. Bahkan tahun ini nilai jualnya Rp 787 juta. 

Selain itu masih ada potensi pariwisata baik wisata alam/gua, pantai, maupun waduk. Ada sekitar delapan objek wisata unggulan. Yakni Gua Jatijajar, Gua Petruk, Pantai Ayah, Pantai Karangbolong, Waduk Sempor, Waduk Wadaslintang, Air Hangat Krakal, dan Pantai Petanahan.


Paling besar kontribusinya ke kas daerah adalah Gua Jatijajar dan Pantai Pedalen di Kecamatan Ayah. Objek baru yang mulai diminati adalah benteng pertahanan militer Van der Wicjk di Gombong.


Kebumen memiliki potensi kerajimnan batik, kerajinan anyaman pandan di Desa Grenggeng, konfeksi di Desa Roworejo, peci di Desa Bandung, dan keset dari sabut kelapa di Buluspesantren.


Industri makanan di daerah pantai selatan. Misalnya emping melinjo, gula merah, dan makanan ringan seperti lanting Karanganyar, sale pisang, dan keripik ketela yang memiliki bahan mentah cukup banyak. Kualitas emping melinjo Kebumen diakui bagus karena banyak dipasok ke kota besar seperti Surabaya, Semarang, dan Yogyakarta. Di Ambal masih ada makanan khas sate ayam dengan sambal tempe, dan di Petanahan ada soto ayam kampung yang khas pula.

Terkait dengan industri jasa rumah makan dan hotel, sebagai salah satu ukuran tingkat pelayanan dan fasilitas daerah, sebenarnya berkembang lumayan. Misalnya jumlah rumah makan di sepanjang jalan raya jalur selatan tiap tahun bertambah.

Hotel juga bertambah. Namun belum ada hotel kelas berbintang di Kebumen. Paling banyak hotel kelas melati, seperti di Gombong dan Karanganyar.

Selama ini memang menjadi kendala bagi Kebumen karena sebagai daerah wisata masih sulit menjaring turis mancanegara. Itu semua menjadi tantangan bagi investor untuk melengkapi infrastruktur menuju ke otonomi daerah yang mandiri.

0 komentar:

Posting Komentar